DPRD :Razia Satpol PP Tidak Bikin Kapok
![]() |
| H Sulistyo Ari Bowo.S Hut Anggota Komisi D DPRD Kab Kendal |
Banyaknya remaja yang tertangkap saat Razia satpol PP, membuat keprihatinan anggota DPRD Kab Kendal. Menurut H Sulistyo Aribowo S.Hut yang biasa di panggil Ari , anggota Komisi D DPRD Kab Kendal, menyatakan bahwa seharusnya diri kita merasa malu dan prihatin. Maraknya kenakalan remaja yang terjadi di kendal sudah memasuki level memprihatinkan. ‘saat ini kenakalan remaja yang terjadi sudah menuju ke narkoba dan seks bebas” tutur Ari. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini telah terjadi degradasi moral yang cukup memprihatinkan.
Menurut Ari, kenakalan remaja yang terjadi ibarat gunung es. Masih banyak kasus-kasus yang belum mencuat, tetapi sudah pada level memprihatinkan. Apabila tidak segera ditangani, akan merusak masa depan bangsa ini. “kenakalan remaja yang terjadi saat ini, cermin generasi kita di masa datang” terang Ari.
Untuk mengatasi hal tersebut tidak cukup hanya ditangani dengan razia semata. “penggunaan sistem razia untuk menangkal kenakalan remaja ttidak membuat efek jera bagi si pelaku” tutur Ari. Kontraproduktif dengan hasil yang diharapkan, dengan razia mereka malah merasa bangga. “ kebanggaan tersendiri bagi mereka apabila pernah ditangkap maupun digaruk” jelas Ari.
Lebih lanjut Ari menjelaskan, untuk membendung kenakalan remaja semua pihak harus bersinergi. “tidak bisa perang tehadap dekadensi moral ini hanya di tangani sepihak saja” terang Ari. Pemerintah, legislatif, sekolah, ulama/tokoh agama, masyarakat dan orang tua harus gropyokan memerangi kenakalan remaja ini.
Pemerintah dan legislatif membuat aturan-aturan sebagai payung hukum penanganan kenakalan remaja. Termasuk alokasi anggaran untuk penanganan kenakalan remaja baik yang sifatnya pencegahan maupun preventif. Sekolah juga harus memantau aktivitas anak didiknya selama masa belajarnya. Para ulama/tokoh agama juga berkewajiban untuk memperkuat benteng akidah dan dasar keagamaan. Masyarakat pun punya kewajiban untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dari aktivitas-aktivitas yang bisa memicu kenakalan remaja. “jangan sampai kita biarkan kampung kita menjadi kampung narkoba, kampung miras atau lokasi maksiat lainnya”jelas Ari.
Ari menambahkan, kunci utama penanggulangan kenakalan remaja berada di tangan orang tua. Ssementara ini banyak orang tua yang beranggapan, apabila sudah mensekolahkan anak, maka tugas mendidik di tangan sekolah.
Padahal ¾ waktu keseharian anak/remaja berada di rumah/orang tua. Perlu dibangun komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. “siapa saja teman mainnya, kemana saja mainnya, apa saja kegiatannya, orang tua perlu tahu”jelas Ari. Anak remaja pada usia pubertas, memiliki emosi yang labil. apabila komunikasi yang dilakuka orang tua cenderung kaku, akan menjadikan anak “lari” dan curhat di tempat lain. Pada suatu ketika, orang tua perlu membangun komunikasi sebagai teman sebaya.
