Bertempat di Giriwono Wonogiri Selasa malam (20/10) berlangsung pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan lakon Babad Alas Mertani, dalam rangka meresmikan monumen H. Muhammad Suharto yang menghadirkan 9 dalang kondang Wonogiri di antaranya mantan Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi atau yang kita kenal sebagai Ki Bodronoyo Suro Agul-Agul.
Dalam sambutannya Begug Poernomosidi sangat menekankan pentinnya pelestarian budaya jawa yang adhiluhung diantaranya Wayang kulit, dan ia meyakini bahwa pasangan calon no.1 Hamid-Wawan yang mampu mengemban misi ini. Begug juga menginginkan agar pasangan dapat terpilih untuk memimpin Wonogiri pada 9 desember 2015, sehingga dapat menjalankan dan melanjutkan roda pemeritahan dan membangun Wonogiri menjadi lebih maju lagi.
Yang unik dan heboh dalam pagelaran wayang tersebut pasangan Hamid Wawan tiba-tiba diberi kehormatan untuk tampil sebagi dalang mendampingi Ki Bodronoyo dalam pementasan “limbukan”.
Hamid memerankan Cangik dan Wawan memerankan Limbuk, dialog interaktifpun terjadi mulai dari alsan maju dalam pilkad, program yang akan di laksanakan dalam memajukan Wonogiri sampai komitmen kekompakan dalam memimpin Wonogiri, penontonpun sangat terhibur gelak tawa saling bersahutan saat mendengar “dhagelan-dhagelan” humor dari ketiga dalag. (Yud)
Dalam sambutannya Begug Poernomosidi sangat menekankan pentinnya pelestarian budaya jawa yang adhiluhung diantaranya Wayang kulit, dan ia meyakini bahwa pasangan calon no.1 Hamid-Wawan yang mampu mengemban misi ini. Begug juga menginginkan agar pasangan dapat terpilih untuk memimpin Wonogiri pada 9 desember 2015, sehingga dapat menjalankan dan melanjutkan roda pemeritahan dan membangun Wonogiri menjadi lebih maju lagi.
Yang unik dan heboh dalam pagelaran wayang tersebut pasangan Hamid Wawan tiba-tiba diberi kehormatan untuk tampil sebagi dalang mendampingi Ki Bodronoyo dalam pementasan “limbukan”.
Hamid memerankan Cangik dan Wawan memerankan Limbuk, dialog interaktifpun terjadi mulai dari alsan maju dalam pilkad, program yang akan di laksanakan dalam memajukan Wonogiri sampai komitmen kekompakan dalam memimpin Wonogiri, penontonpun sangat terhibur gelak tawa saling bersahutan saat mendengar “dhagelan-dhagelan” humor dari ketiga dalag. (Yud)
sumber : pksjateng.or.id
